Latar belakang munculnya penjelajahan samudra oleh bangsa barat adalah sebagai berikut
Jatuhnya Konstantinopel ibukota kekaisaran Bizantium atau Romawi Timur pada tahun 1453 ke tangan Turki Ottoman. Konstantinopel ketika itu itu merupakan pusat perdagangan antara dunia timur dan barat. Pemerintah Turki Ottoman dibawah Sultan Mahmud 2 mempersulit aktivitas dagang para pedagang Eropa akibatnya harga komoditas barang dari dunia Timur yang dibutuhkan dunia barat, misalnya rempah-rempah melonjak hal ini mendorong bangsa Eropa memperoleh secara langsung sumber sumber komoditas dagang asal dunia timur ke tempat asalnya tidak lagi melalui pedagang perantara seperti saudagar Arab dan Asia Tengah
Adanya penemuan dan perkembangan baru di bidang teknologi maritim seperti penyempurnaan Kompas, teleskop, peta dunia, dan karakter yaitu perahu cepat berukuran kecil yang mudah untuk dikendalikan ketika menjelajahi Samudra
Munculnya teori copernicus yang menyatakan bahwa bumi itu bulat, yang selalu bergerak mengelilingi matahari sebagai pusat peredaran nya. Hal ini menimbulkan keinginan untuk membuktikan bahwa jika kita berlayar terus mengelilingi bumi maka akan kembali ke tempat awal
Buku perjalanan Marcopolo, di Travel Marcopolo yang menginspirasi banyak pelaut Eropa untuk berlayar, termasuk Christopher Colombus
Adanya dorongan 3G gold, Glory, dan Gospel Gold dengan keinginan untuk mendapatkan kekayaan sebanyak mungkin dari komoditas perdagangan, salah satunya rempah-rempah titik Glory merupakan dorongan untuk meraih kejayaan sebagai sebuah bangsa yang mampu memenangkan persaingan antar bangsa Eropa Dalam menemukan jalur perdagangan dan komoditas perdagangan. Gospel merupakan misi Suci untuk menyebarkan agama Nasrani
Adapun
imperialisme berasal dari kata Imperium yang artinya memerintah dan isme yang
artinya paham. imperialisme merupakan suatu sistem jajahan yang dibentuk dengan
cara membentuk pemerintah jajahan di wilayah yang dijajahnya.
kolonialisme lebih diartikan sebagai proses pembentukan atau penguasaan
wilayah. Adapun imperialisme sebagai praktik penjajahannya.
Kolonialisme dapat dibedakan menjadi sebagai berikut
Tokoh-tokoh Eropa penjelajah samudra antara lain sebagai berikut dari :
Portugis
Bartholomeus Diaz
Pada 1488 Bartholomeus Diaz menyusuri pantai barat benua Afrika hingga ke Tanjung Harapan titik Berdasarkan informasi si dari saudagar di Tanjung Harapan, rute ke India dan dunia timur untuk mendapatkan rempah-rempah semakin jelas
Vasco de gama
pada 1497 Vasco de gama memimpin ekspedisi Portugis ke India titik dengan menyusuri pantai barat benua Afrika, melewati Tanjung Harapan, menyusuri pantai timur Benua Afrika kemudian menyeberangi Samudra Hindia, Vasco de gama mencapai calicut-india, yang merupakan kota rempah-rempah, tahun 1498
Alfonso de Albuquerque
pada 1510, Alfonso de Albuquerque berhasil menaklukan Goa India yang merupakan pelabuhan dagang yang makmur. Kemudian, pada 1511, Pelabuhan Malaka berhasil ia taklukkan
Spanyol
Christopher Columbus
penjelajah Italia yang berlayar di bawah bendera Kerajaan Spanyol ia berhasil mencapai kepulauan bahama di benua Amerika pada 1492. penjelajahan Colombus di benua Amerika menandai awal dari kolonisasi Eropa di benua tersebut
Hernan cortes
Cortez berlayar pada 15 18 dan berhasil mencapai Meksiko pada 1519 kedatangan Cortez menandai kolonisasi Spanyol di benua Amerika. Cortez menaklukkan ke kaisaran aspek pada 1521
Francisco pizarro
pada 15 30, pizarro berhasil menaklukan Peru dan mendirikan koloni Spanyol di sana. ia juga berhasil menaklukkan kekaisaran Inka pada 1533
Ferdinand Magellan
Pada 1519, Magellan bersama Sebastian del Cano berlayar keliling dunia untuk mencari rute menuju kepulauan rempah-rempah dengan menyeberangi Samudra Pasifik, sekaligus membuktikan teori bahwa bumi itu bulat. Magellan dan del Cano berhasil mencapai Filipina pada 15 21, namun Magelang tewas dalam suatu pertempuran dengan penduduk lokal. setelah itu, Sebastian Del Cano melanjutkan perjalanan kembali ke Spanyol melewati Tidore Maluku, Timur, dan menyeberangi Samudra Hindia, dan akhir nya tiba di Spanyol pada 1522.
Inggris
Sir Francis Drake
Francis Drake melakukan pelayaran mengelilingi dunia tahun 1577 sampai 1583 dalam pelayaran keliling dunianya, pada 1579 Drake berlabuh di kerajaan Ternate. Di sana, ia diterima sebagai tamu dan dijamu oleh Sultan Ternate, Baabullah. Armada Drake meninggalkan Ternate dengan kapal penuh muatan cengkih.
James lancaster
pada tahun 1601, di bawah bendera kongsi dagang Britania (EIC) James lancaster mulai berlayar menuju Hindia Timur untuk misi dagang dan diplomasi. pada 1602 ia mendarat di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya serta Banten Jawa. dan menjalin hubungan diplomatik dengan kerajaan Aceh dan Banten serta mengirimkan ekspedisi ke Maluku
Sir Henry Middleton
Tahun 1604 Henry Middleton memimpin ekspedisi kedua EIC menuju Hindia Timur. dalam pelayarannya di nusantara. ia mengunjungi Sumatera, Banten, kepulauan Maluku, serta Ternate dan Tidore titik di Banten, Ia menyampaikan surat dari Raja Inggris James I untuk Sultan Banten, Adapun di Ternate dan Tidore ia bersaing dengan VOC dalam upaya mendapatkan rempah-rempah
James Cook
Pada tahun 1768-1771, James Cook melakukan 3 kali pelayaran dunia. pada 1770. setelah melakukan pelayaran dari pantai Timur Australia, kapalnya, HMS Endeavour, mengalami kerusakan sehingga singgah untuk diperbaiki, Cook melanjutkan pelayaran kembali ke Inggris
Belanda
Cornelis de Houtman
Cornelis de Houtman merupakan bangsa Belanda pertama yang datang ke Indonesia. Cornelis de Houtman berlayar pada 1595 dengan menggunakan 4 kapal dan tiba di Banten pada 1596
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan topik pembahasan